Jelang Natal dan Tahun Baru Peredaran Produk Makanan Marak

Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW) H Ikhsan Abdullah menyebutkan, mendekati perayaan hari – hari besar keagamaan seperti Natal, Idul Fitri atau Th. Baru jadi Indonesia tentu dibanjiri beragam jenis product makanan baik dari dalam ataupun luar negeri.

Jelang Natal dan Tahun Baru Peredaran Produk Makanan Marak
Jelang Natal dan Tahun Baru Peredaran Produk Makanan Marak

Ramainya peredaran product makanan itu umumnya tanpa ada dibarengi legalitas dari Tubuh Pengawas Obat serta Makanan (BPOM) ataupun sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

” Ramainya peredaran product makanan karna kontrol dari pihak berwenang belumlah ada, ” kata Ikhsan pada Harian Terbit, Jumat (15/12/2017).

Menurut Ikhsan, masuknya bermacam product baik makanan atau yang lain karna banyak pelabuhan tikus di Indonesia. Diluar itu juga karna data product yang di-import tidak cocok dengan berisi.

Misalnya dalam perizinan tertulis impor sepatu atau baju. Tetapi di dalam sepatu juga ada product lainnnya seperti makanan atau kosmetik atau product yang lain yang masuk ke Indonesia. Hal itu berlangsung karna ada pengawasan atau kontrol yang begitu lemah.

” Jadi antisipasi jadi pengawasan dari pihak Kepabeanan Bea Cukai mesti ditingkatkan. Karna di negara-negara beda pihak Kepabeanan begitu straight pada product yang masuk ke negaranya, ” tutur Ikhsan yang menjabat jadi Wakil Ketua Komisi Hukum serta Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Terkecuali tingkatkan pengawasan Kepabeanan, sambung Ikhsan, harus juga ada penegakan hukum yang tegas. Karna sampai saat ini saja ada UU Jaminan Product Halal (JPH) No 33 Th. 2014 nyatanya belum juga efisien diberlakukan.

Walau sebenarnya dengan dampaktifnya UU JPH juga akan memberi kepastian untuk orang-orang untuk memperoleh product halal. Diluar itu ada UU JPH juga ada pelabuhan halal seperti yang berada di Malaysia serta Belanda.

Waktu di tanya berapakah lama untuk wujudkan orang-orang memperoleh kepastian product halal, dengan diplomasi Ikhsan menyebutkan, hal itu bergantung dari pemerintahannya. Bila pemerintah perduli pada orang-orang untuk memperoleh product halal jadi hal itu dapat selekasnya terwujud. Tetapi demikian sebaliknya, bila tidak perduli jadi dapat berjalan lama orang-orang juga akan memperoleh jaminan product halal.

” Mungkin saja ada sebagai prioritas hingga pemerintah berkesan belum juga perduli atas jaminan untuk orang-orang memperoleh product halal, ” tuturnya.

Kepala Tubuh Pengawas Obat serta Makanan (BPOM) Penny K Lukito menilainya ada usaha jaringan yang terstruktur serta systematis dalam peredaran makanan kadaluwarsa di Indonesia.

“Ini usaha kejahatan systematis karna ada perlengkapan pergantian tanggal kadaluarsa menutupi merk dagang serta nomor izin edar, ” kata Kepala BPOM Penny K Lukito di tempat pemusnahan pangan kadaluarsa serta ilegal RT 04/RW 02 Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Penny menyebutkan hasil temuan Balai BPOM Jakarta pada 2017 ini membuka ada beberapa ribu minuman dan makanan yang berniat dirubah tanggal kadaluarsanya dan menutupi merk dagang serta nomor izin edar yang sesungguhnya dengan beberapa alat yang saat ini sudah diambil alih.

Product itu rata-rata datang dari luar negeri yang di jual dengah harga dibawah standard serta diselundupkan lewat pelabuhan resmi ataupun ilegal di beberapa perbatasan.

Lewat Kota Jakarta product ilegal itu dipalsukan lalu beberapa di distribusikan ke beberapa daerah seperti Kalimantan, Sumatera serta Jawa. Beberapa ribu barang sitaan sejumlah Rp 1, 1 miliar itu lalu dihilangkan di hadapan media serta orang-orang sekitaran jadi bentuk kepedulian teehadap kesehatan customer serta keamanan product dalam negeri.

Dari tayangan pers yang di terima, product pangan kadaluwarsa yang dihilangkan berbentuk bermacam biskuit, permen, sirop, serta buah kaleng. “Satu tersangka telah diamankan dengan kepolisian serta kejaksaan juga tinggal tunggulah lengkapi berkas, ” tuturnya.Resepi biskut mudah

Tags: